gue adalah orang kampung

Monday, 6 September 2010

Sebuah Nama Sebuah Cerita

Saat senyumku tak berati..
saat sapaku tak d mengerti..
saat kehadiranku tak dinanti..
diamku dlm tanya tak terjawab..
atas salah yg tak ku mengerti..
rasa cinta dan kasih sayang tulus..
yang slama ini menyertai stiap langkahku,detak jantungku,denyut nadiku,serta proses berfikir otakku..
sgala pelajaran berharga dlm hidupku,yang akan selalu membuatku tegar berdiri disini..
maafkan atas segala ketidak sempurnaanku.
karena sesungguh,y kesempurnaan itu hanya milik allah semata.
kedamaian dalam hatimu adalah kedamaian dalam seluruh hidupku

Matematika Hidup

HITUNG-HITUNGAN SEBERAPA CINTAKAH KAU PADANYA?
Suatu ketika di sebuah kampus di tengah-tengah jatiwaringin ada seorang mahasiawa yang berwajah tampan,baik hati, suka menolong,suka menabung, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia,patriot yang sopan dan kesatria, disiplin, berani dan setia (dasa darmapramuka x).
Karena materi kuliah yang dia ambil selalu berhubungan dengan angka-angka rumus-rumus maka hamper setiap malam di jejelin rumus dan angka-angka. Tetapi karena anaknya cerdas dia sering bilang “ahh gak ada yang sussah Cuma gitu-gitu ajah”. “Kok bisa bilang gitu” Tanya seorang teman kepadanya, kemudian dia menjawab “yaah maklumlah perhitungan gue kan gak ada yang meleset….kalo Cuma sam om Archimedes,Einstein dan aljabar sih Cuma beda-beda tipis kalo kata orang sekarang 11 12 gitu” jawabnya dengan pede (emang nih anak lagunya rada-tengil dan narsissss abis)
Suatu ketika di ruang kelas,ketika sedang belajar.kebetulan dosennya waktu itu Ir.J sitohang (dosen killer abisssss).disela-sela pelajaran yang sedang berlangsung dia bertanya “maaf pak tidak ada yang lebih menantang apa hitung-hitungannya” sontak anak-anak yang lain terdiam (mungkin didalam hatinya pada bilang ini anak nyari koreng neh). Maklumlah jiwa adventure yang suka tantangan lagi on fire. Memang sebagai jiwa petualang dia sangat menyukai tantangan dan bahaya merupakan bagian kesahariannya. Mendengar hal itu dosen killer tersebut langsung melotot sambil pasang muka sangar (asal tau aja sebenarnya dosen ini tampangnya aja yang sangar padahal sesungguhnya ia orang yang sangat baik hati.mungkin dia menjadi dossen killer hanya untuk menunjukkan kepada anak didiknya arti sebuah kedisiplinan, tanggung jawab yang tinggi terhadap mata kuliahnya) sejenak ruangan menjadi sepi sssssssst ada setan lewat cletuk sukoy….
Tidak lama kemudian ia tarik nafas dalam-dalam dan berkata “baiklah jika kamu hebat dan termasuk orang yang tidak merugi coba kamu hitung waktu kamu.apa saja yang telah kamu lakukan hari ini kemudian di kalikan dengan umur rata-rata manusia”. “Terserah kamu mau pake rumus apa…mau pake integral.differential. mau pakai logaritma atau hitung-hitungan anak SD pun boleh yang penting hasil akhirnya menunjukkan kalau kamu orang yang beruntung”tanpa panjang x lebar = luas. Langsung deh tuh di garap proyeknya .
• 1 hari = 24 jam
• Usia avg manusia = 60 tahun = 21.900 hari = 525.600 jam

AKTIFITAS
• BEKERJA 8:30 s.d 16:30= 8 jam x 21.900 hari = 175.200 jam selama 60 tahun
• DI PERJALANAN ( pp+macet itu juga dah ngebut kalo Cuma valentine rossi aja sih lewat hihi) = 3 jam x 21.900 hari = 65.700 jam
• ISTIRAHAT = 30 menit x 21.900 hari = 657.000menit / 60 menit = 10.950 jam
• SHOLAT = magrib,isya, shubuh,juhur, ashar. AVG 5 menit = 25 menit =9.125 jam
• BELAJAR = 3 jam x 21.900 = 65.700 jam
• TIDUR = 7 jam x 21.900 hari = 153.300 jam
• BIAYA TAK TERDUGA (maksudnya waktu yang gak jelas) =2 jam
Total jumlah dari bawah sampai ujung 24 jam.hmmmmm kurang 5 menit yaa duh kemana ya? Ada yang tau gak?
Itung duluah yang 5 menit (5 x 21900 hari = 109.500 menit:60 menit= 1825 jam…Alhamdulillah ketemu jadi pas 523.600 jam kalo di jumlah.Gak percaya itung aja sendiri..heee
Jika di persentasekan maka:

• BEKERJA = 175.200:525.600 X100 =33,3%
• DI PERJALANAN = 12,5%
• ISTIRAHAT = 2,08%
• SHOLAT = 1,736%
• BELAJAR = 12,5%
• TIDUR = 29,16%
• BIAYA TAK TERDUGA =8,33%
• YAN 5 MENIT GAZEBO =0,347 %
Astagfirullah haladziim jadi selama ini ………………
Jika Allah memberikan kita usia hingga 60 tahun dan ternyata……saya, kita menggunakan sebagian waktu yang Allah berikan kepada kita hanya untuk mengejar materi, duniawi. Dan sebagian lagi kita habiskan waktu hanya untuk tidur padahal sudah jelas jika jatah kita di dunia sudah habis maka raga kita akan tertidur, hingga saking nyenyaknya tidur tanpa terasa tubuh ini di gerogoti belatung dan di makan cacing-cacing.
Sedangkan waktu kita,waktu pemberian sang pencipta, waktu untuk sang pencipta, yang memberikan kehidupan, maha pemberi rizki dan nikmat-nikmat yang lainnya. Saya, kita, hanya memberikan bagian paling kecil 1,7 % dalam seluruh kehidupan kita.
Yaa Allah ampunilah hamba yaa allah.
Rabbana zalamna anfusana waillam taghfirlanaawatarhamna lanakunnana minal khasiriinn.
Ya Allah zat yang maha pengasih lagi maha penyayang,Zat yang memiliki cinta sejati terhadap hambanya..smoga…apa-apa yang telah, sedang, dan akan kami lakukan bernilai ibadah kepadamu. Dan jangan engkau jadikan kami termasuk kedalam golongan orang yang merugi.

Ada pekerjaan yang kelihatannya untuk akhirat tetapi malah bernilai duniawi, Dan ada juga pekerjaan yang kelihatannya untuk duniawi tetapi malah bernilai untuk akhirat….sessungguhnya Allah swt.maha mengetahui atas segala sesuatu.
Mohon maaf jika ada kesalahan.
Wassalam

Habibie

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,

ku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.


Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ....
BJ.Habibie
                                                                                                                        
Add caption
                                                                                                                           

Saturday, 4 September 2010

Cara Bung Karno Berdoa

Memasuki sidang hari ke-4, tanggal 1 Juni 1945, giliran Bung Karno menyampaikan pidato di hadapan sidang Dokuritu Zyunbi Tyoosakai (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI) untuk menyampakan dasar-dasar negara. Di kemudian hari kita mengenal hari itu sebagai Hari Lahir Pancasila. Itulah salah satu pidato monumental Bung Karno, di antara sekian banyak pidatonya yang mengguncang dunia.

Tahukah Anda, malam 1 Juni adalah malam paling meresahkan bagi Bung Karno. Meski dipejam-pejamkannya kedua mata, tak juga mampu mengundang kantuk. Dalam hal Indonesia merdeka, hatinya sudah bulat. Hakkul yakin. Dalam hal kemerdekaan hanya akan kekal dan abadi manakala dilandasi persatuan dan kesatuan, Bung Karno pun hakkul yakin. Meski begitu, ada perasaan yang menghendaki dorongan lebih untuk berbicara keesokan harinya.
Gelisah itu sungguh menggantu pikirannya. Bukan tentang materi apa yang akan dipidatokan keesokan harinya. Untuk berpidato di depan BPUPKI, Bung Karno bahkan tidak perlu mempersiapkannya dalam bentuk teks tertulis. Anehnya, masih ada perasaan yang kurang mantap pada dirinya. Bung Karno terus dan terus merenungkan itu sembari membolak-balikkan tubuhnya di atas dipan.
Ketika rasio terbentur tembok… manakala hati tak mampu lagi menyuarakan pendapatnya yang paling benar… Bung Karno hanya ingat, Tuhan-lah satu-satunya tempat ia bertanya. Hanya Tuhan yang mampu meredam kegundahgulanaan perasaan. Ia tahu apa yang harus diperbuat. Turun dari tempat tidur, dan melangkahkan kaki ke luar rumah, persisnya ke bagian belakang rumahnya di Jl. Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.
Di belakang rumah, ia segera menekuk lutut berlutut, menengadahkan wajah ke atas, memohon petunjuk Allah SWT. Malam itu, malam bulan Juni saat cuaca sangat cerah. Di atas, ia saksikan ribuan… ratusan ribu… mungkin jutaan bintang berkerlap dan berkerlip. Dalam posisi lutut tertekuk, muka menengadah, kedua tangan memohon… disaksikan ribuan bintang… Bung Karno menjadi seorang hamba Allah yang begitu kecil.
“Ya Allah Ya Rabbi… berikanlah ilham kepadaku. Besok pagi aku harus berpidato mengusulkan dasar-dasar Indonesia merdeka. Pertama, benarkah keyakinanku, ya Tuhan, bahwa kemerdekaan itu harus didasarkan atas persatuan dan kesatuan bangsa? Kedua, ya Allah ya Rabbi, berikanlah petunjuk kepadaku, berikanlah ilham kepadaku, kalau ada dasar-dasar lain yang harus kukemukakan: Apakah dasar-dasar itu?”
Itulah lantunan doa Bung Karno kepada Allah SWT sebelum keesokan paginya berpidato di hadapan sidang BPUPKI. Usai berdoa, Bung Karno pun kembali masuk ke kamar dan membaringkan kembali tubuhnya di pembaringan. Ia menenangkan pikiran dan mencoba tidur. Entah karena permohonan sudah disampaikan, atau karena ia memang sudah lelah… tak lama kantuk datang menyerang dan Bung Karno pun terlelap.
Keesokan paginya, pagi-pagi sekali ia sudah bangun. Setelah shalat shubuh, Bung Karno pun mendapatkan ilham Pancasila. Jawaban spontan dari Tuhan atas doa yang ia lantunkan semalam.
Kisah tersebut, acap disampaikan Bung Karno dalam kesempatan berpidato di berbagai kesempatan pasca kemerdekaan kita. Meski bukan yang pertama dan kedua, setiap Bung Karno menuturkan kegelisahan malam 1 Juni, kemudian beranjak ke belakang rumah, berlutut dan berdoa… hampir dapat dipastikan air mata pasti meleleh dari pipinya. Biasanya, Bung Karno akan berhenti berpidato sejenak dan berkat, “Maaf… kalau aku ingat ini selalu terharu….”

Wednesday, 25 August 2010

Bakar dan Kobarkan Semangat Juang mu Wahai Anak Muda


Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo...ayoo... kita... Ganjang...
Ganjang... Malaysia
Ganjang... Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!

Soekarno.

Monday, 23 August 2010

Hati Yang Tenang Jiwa Yang Tentram

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

Wahai Pelindungku dalam dukaku, duhai Sahabatku dalam deritaku, duhai Kekasihku dalam nikmatku, duhai Tujuanku dalam harapanku, Engkaulah Yang Menutupi rahasiaku, Yang Menenteramkan ketakutanku, Yang Menghapuskan ketergelinciranku. Ampuni kesalahanku, wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.

Ya Allah, aku berdoa kepada-Mu dalam duka yang tak akan dibahagiakan oleh selain-Mu, rahmat yang tak akan dicapai kecuali dengan-Mu, derita yang tak akan terhilangkan kecuali oleh-Mu, harapan yang tak akan tercapai kecuali dengan-Mu, hajat yang tak akan dipenuhi kecuali oleh-Mu.

Ya Allah, sebagaimana Kau izinkan daku untuk bermohon pada-Mu, dan Kau sayangi daku untuk mengingat-Mu. Maka dengan keadaan-Mu, duhai Junjunganku, perkenankan apa yang kumohon pada-Mu, limpahkan padaku karunia yang Kuharapkan dari-Mu, dan selamatankan daku dari apa yang kumohon perlindungannya pada-Mu. Jika aku tak layak mencapai rahmat-Mu, rahmat-Mu layak mencapaiku dan meliputiku. Jika aku tidak layak memperoleh ijabah-Mu, Engkau layak mencurahkan karunia-Mu, dan rahmat-Mu meliputi segala sesuatu. Maka, liputi aku dengan rahmat-Mu.
Ya Ilâhi, duhai Tuhanku, duhai Yang Maha Mulia. Aku bermohon pada-Mu dengan wajah-Mu yang mulia, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan ahlul baitnya, bahagiakan dukaku, hilangkan duka dan deritaku, sayangi daku dengan rahmat-Mu, berikan padaku karunia-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa, Maha Dekat dan Maha Mengijabah

Sebuah Nama Sebuah Cerita



MAHA
 27/02/07. 04:27
Mungkin ku takkan mampu tuk mencairkan kutub utara
mungkin ku juga takkan pernah mampu untuk menyeberangi samudra 
dan mungkin juga ku tak akan mampu tuk mendaki tingginya himalaya
ku manusia hina nista yang merangkak ingin berkelana
mencari laut biru yang tenang abadi
mencari gunung hijau dan tinggi
inginku terbang di langit yang biru bersama awan putihMU
ditemani indahnya mentari pagiku 
ingin dekat tapi ku tak mampu mendekat
ingin berjumpa tapi ku tak mampu melihat
melihat semua yang telah KAU perbuat
ku hanya manusia lemah tak berdaya upaya
tiada kekuatan melainkan KAMU
tidak ada sinar seterang sinarMU
tidak akan ada petunjuk sebaik petunjukMU
tidak ada cara sebaik caraMU 
tidak ada asa melainkan dengan ijinMU
ku yakin padaMU seyakin aku akan perbuatanMU
ku percaya kepadaMUseperti aku percaya bahwa ciptaanMU pasti mati
dengan segala keikhlasan dan dengan segala kerendahan hati yang kumiliki
kumohan berilah aku setetes air lautMU,
sedikit kekuatanMU,
dan sedikit petunjukMU,
lalu bimbinglah aku menuju jalanMU
karena ku tahu tak ada yang tak mungkin untukMU
jangankan untuk memberi sedikit padaku!
Menutup seluruh kehidupanpun bukan perkara yang sulit untukMU
jika ku tak mampu mencairkan hati dan perasaan ciptaanMU
biarkanlah hati dan perasaan ini tetap tumbuh menjadi suatu cinta
suatu cinta yang sejati karenaMU.
agar ku bisa menikmati sejuknya embun pagiMU
soedjadie